Breaking News

Jumat, 15 Februari 2019

sejarah tari stabik


Gambar terkait

Tari setabik atau Tari Setabek adalah tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik biasanya ditampilkan kepada tamu-tamu kehormatan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik merupakan suatu bentuk penyambutan terhadap tamu.[1] Filosofi penyambutan dari tari ini dapat ditemukan pada salah satu gerakan seorang penari yang menyuguhkan tamu undangan untuk mencicipi kapur sirih. Penyajian kapur sirih sebagai bentuk penghormatan kepada tamu merupakan ciri kebudayaan Melayu pada umumnya. Tari-tari yang berasal dari tanah Melayu biasanya terdapat koreografi menyuguhkan kapur sirih. Setabik secara terminologi berasal dari bahasa Melayu tabik yang berarti hormat atau memberi penghormatan. Terdapat satu gerakan khas dari tari setabik yang tidak ditemukan pada tari-tari lainnya, yaitu gerakan tabik. Gerakan tabik adalah gerakan tangan kanan membentang di samping pelipis kanan seperti sedang memberikan penghormatan.[2]

Tari Setabik dapat digolongkan sebagai tari tradisional, apabila dilihat dari segi karakter, segi penyajian, tata rias, tata busana dan musik pengiring.Tari setabik biasanya ditarikan oleh tujuh atau sembilan orang penari perempuan dengan dua orang penari laki-laki pembawa tombak dan satu orang laki-laki pembawa payung. Tari Setabik juga mulai diperkenalkan di luar negeri melalui acara-acara pameran pariwisata.[3]
Daftar isi

    1 Fungsi tari
    2 Ragam gerak tari
    3 Pola lantai
    4 Busana dan properti
        4.1 Busana dan aksesoris penari perempuan
        4.2 Busana dan aksesori penari pria
        4.3 Properti pada Tari Setabik
    5 Musik pengiring
    6 Lagu pengiring
    7 Referensi

Fungsi tari

Fungsi utama dari Tari Setabik adalah untuk mengiringi upacara adat penerimaan tamu. Namun, pada akhir-akhir ini telah banyak ditarikan dalam berbagai kegiatan pergelaran sebagai seni pertunjukan, hiburan di pesta pernikahan, dan dilombakan setiap tahun di Festival Randik.[4] Zaman dahulu para penari Setabik dipilih dari para remaja dari warga masyarakat yang mempunyai kedudukan tinggi. Bagi yang terpilih membawakan Tari Setabik ini merupakan suatu kebanggaan. Pada zaman sekarang aturan ini sudah tidak berlaku lagi dan telah bagi siapa saja untuk membawa tari ini.[2]

Jumlah penari Setabik ada 10 orang terdiri atas:

    2 orang sebagai dayang
    4 orang penari pengiring
    2 orang pembawa tombak (pria)
    1 orang pembawa payung (pria)

Ragam gerak tari

Serupa dengan tari-tarian lainnya di Sumatera Selatan, Tari Setabik ini belum mempunyai nama-nama gerakan khusus. Koreografi pada Tari Setabik terbilang sederhana, dengan mengulang gerakan dan banyak menggunakan pola lantai.[2]

    Garis besar gerak tari adalah :
        Gerak kecubung
        Gerak sembah
        Gerak lambaian ke bawah
        Gerak lambaian ke atas
    Gerak menyilakan
        Tangan kiri di pinggang, tangan kanan menyilakan, badan direndahkan dan kaki disilangkan.
    Gerak memutar:
        Memutar 180 derajat Ke arah kiri
    Gerak memberi hormat atau memberi tabik :
        Tangan kiri di pinggang, telapak kanan membentang di sebelah pelipis tanda memberi hormat, badan merendah dan kaki menyilang.
    Gerak duduk menyilakan
    Gerak mengajak berjoget :
        Tangan di pinggang, kaki kiri diangkat sedikit, dan kepala menggeleng.

Pola lantai

Tari Setabik sebagai tari penyambutan tamu menggunakan pola lanatai yang mengahadap ke arah depan saja, yaitu arah duduknya tamu yang akan disambut. Titik pusat pentas, diarahkan kepada penari pembawa Tepak sebagai primadonanya. Pola lantai pada waktu memasuki pentas, para penari berjejer berdampingan 5 orang di depan dan 5 orang lainnya di belakang, dengan susunan penari sebagai berikut. Pembawa tepak pada barisan depan didampingi oleh penari pengiring 2 orang di kiri dan 2 orang di kanan. Di barisan belakang terdapat pembawa tombak, dayang, dan pembawa payung.[2]
Busana dan properti

Busana yang dipakai dalam Tari Setabik ini adalah baju kurung bertabur dan kain Songket untuk wanita, dan baju Teluk Belanga serta kain Songket setengah tiang untuk penari prianya.[2]
Busana dan aksesoris penari perempuan

        Baju kurung dengan mainan kantil 12 warna
        Kain songket
        Teratai berbentuk panjang pada bagian depan
        Hiasan kepala :
            Tajuk kembang 3 rangkai
            Tampung (daun pandan)
            Gandik (ikat kepala)
            Anting-anting
            Tebeng (Hiasan telinga)
            Sanggul Petek
            Kembang Rumpai
        Hiasan tangan :
            Kecak
            Gelang
            Tanggai (kuku palsu)
            Cincin kenanga sekelopak 10 jari
        Pending
        Kalung ringgit 9 biji berantai manik 3 warna
        Gelang kaki 2 buah untuk penari pembawa tepak (wadah tempat kapur sirih) dan penari wanita lainnya bergelang kaki sebelah

Busana dan aksesori penari pria

        Baju teluk belanga warna merah hati
        Kain songket (khusus pria) dipakai setengah tiang)
        Pending (khusus pria)

Properti pada Tari Setabik

        Tepak (wadah tempat kapur sirih)
        Meja kecil untuk meletakkan tepak
        Payung sebagai tanda kebesaran
        Tombak sebagai lambang keperwiraan

Musik pengiring

Musik Pengiring Tari Setabik ini adalah musik tradisional yang terdiri dari gong, rebana, ketipung, dan kenong. Dalam perkembangannya, musik pengiring Tari Setabik dilengkapi instrumen musik modern seperti biola, akordeon, saksofon, keyboard, dan simbal.[2]
Lagu pengiring

Setabik

Setabik kurincang

Bare rungu, rungu kursi

Tiangnye gadeng, tiangnye gadeng

Rebak remas campuran entan

Setabik Pasirah pare ni waten

Pare ni waten

Ketip Mudin lebeh penghulu

Sidang kate lengges sederet

Lengges sederet

Bidadari tetap sekampung

Hulu lah balang di Danau Cala, di Danau cala [2]
Referensi

    ^ Yuliastuti, Twentip. Bentuk dan Struktur Tari Setabik pada Festival Randik di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Institut Seni Surakarta. Surakarta. 2015
    ^ a b c d e f g Wariatunnisa, Alien dan Yulia Hendrilianti. Seni Tari: untuk SMA/MA kelas X, XI, dan XII. Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional. Jakarta. 2010
    ^ https://www.beritamuba.com/baca-4-812.html. Diakses tanggal 12-11-2017
    ^ http://palembang.tribunnews.com/23/03/2011/168-peserta-adu-kemampuan. Diakses tanggal 12-11-2017

Kategori:

    Tari di IndonesiaKesenian Sumatera Selatan

Menu navigasi

    Belum masuk log
    Pembicaraan
    Kontribusi
    Buat akun baru
    Masuk log

    Halaman
    Pembicaraan

    Baca
    Sunting
    Sunting sumber
    Versi terdahulu

Pencarian

    Halaman Utama
    Perubahan terbaru
    Peristiwa terkini
    Halaman baru
    Halaman sembarang

Komunitas

    Warung Kopi
    Portal komunitas
    Bantuan

Wikipedia

    Tentang Wikipedia
    Pancapilar
    Kebijakan
    Menyumbang
    Hubungi kami
    Bak pasir

Bagikan

    Facebook
    Twitter
    Google+

Cetak/ekspor

    Buat buku
    Unduh versi PDF
    Versi cetak

Perkakas

    Pranala balik
    Perubahan terkait
    Halaman istimewa
    Pranala permanen
    Informasi halaman
    Item di Wikidata
    Kutip halaman ini
    Pranala menurut ID

Bahasa

Tambah interwiki

    Halaman ini terakhir diubah pada 3 Desember 2017, pukul 14.28.
    Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

    Kebijakan privasi
    Tentang Wikipedia
    Penyangkalan
    Pengembang
    Cookie statement
    Tampilan seluler

    Wikimedia Foundation   
    Powered by MediaWiki   

Read more ...

sejarah tari gending sriwijaya

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj34kzUVJcdlpz3KYP0FOtLxo7sf9sLfQD_9AwYd9iIh7OqM4cRVBozHNIDU2qw6PJXzhSSE-fOEKacGeTSCKG_O9kNZBIQ0lcedfo1lxKAd3TyW7n-SSn1E5ajSfsM0u7w04bKC5Dmh_s/s1600/Tari+Gending+Sriwijaya.jpg
Sebagai daerah yang sangat kaya menyimpan koleksi sejarah masa lalu, Palembang juga memiliki banyak ragam seni tari. Dari imajinasi dan khayalan terhadap zaman keraton Kerajaan Sriwijaya pada abad VI SM, yang sangat tersohor dengan ekspansi wilayah dan pusat Agama Budha sampai zaman keemasan kesultanan Palembang Darussalam. tahapan sejarah masa lalu itu sampai kini memberikan banyak inspirasi bagi masyarakatnya. Salah satunya adalah tarian. Menurut Elly Rudi, salah seorang koreografer (penata tari) di Palembang, yang terkenal dengan tari tradisi Palembang adalah tari Gending Sriwijaya. Tari tersebut melukiskan kegembiraan gadis-gadis Palembang saat menerima tamu yang diagungkan. Tepak yang berisi kapur, sirih, pinang, dan ramuan lainnya dipersembahkan sebagai ungkapan rasa bahagia.“Tidak sebatas itu, tari Gending Sriwijaya yang juga diiringi gamelan dan lagu yang berjudul sama juga merupakan sebuah ungkapan terhadap indahnya kehidupan keraton,” katanya. Elly menambahkan, penciptaan tari Gending Sriwijaya dilakukan jauh sesudah kehidupan Kerajaan Sriwijaya. Syairnya diciptakan oleh Nungtjik AR, pencipta lagu oleh Dahlan Mahiba, dan penarinya adalah Sukainah Rozak. Sebagai sebuah gambaran, bisa juga disebut sebagai imajinasi para pengarangnya. itu memang sangat menggambarkan kehidupan waktu itu,” katanya. Sehingga banyak orang kemudian mengagumi tarian tersebut. Bahkan, ketika menyebut tradisi Palembang, orang pasti akan menyebut tari Gending Sriwijaya, lengkap dengan syair dan irama lagunya. dia juga mengatakan seiring perkembangan waktu, tari tradisi Palembang pun mengalami pergeseran. Bukan perubahan tari secara fundamental, namun para seniman semakin berani dan bisa berkreasi. Salah satunya adalah tari Kipas. Tari yang memiliki dasar gerak dan pakem dari tari Batanghari Sembilan itu, memiliki kekhasan sendiri.
“Walau kreasi, tapi tidak lepas dari gerak tradisional tari Sumsel,” katanya. Masih menurut Elly, tari Kipas yang disebut juga tari Lenggok Musi tersebut, diciptakan sebagai jawaban terhadap kondisi kekinian, misalnya masalah politik dan ekonomi yang tidak menentu. “Orang sekarang suka bersaing dan cepat sekali emosi,” katanya. Kipas, kemudian menjadi simbol penyejuk, sehingga bila menontonnya, hati setiap orang akan luluh dan mampu memberikan kesan dan niat untuk mengubah diri. Selain itu, Lenggok Musi menjadi perlambang indahnya Sungai Musi.Warna tradisi Palembang menjadi ciri tak terpisahkan. Musik yang digunakan pun sangat khas, yaitu akordion, gamelan, gendang melayu, gong, dan gitar tunggal. Bila dilihat dari sudut itu, siapa bilang tari tradisi Palembang tidak bergerak dinamis.
Macam – macam tarian

1. Tari Gending Sriwijaya

adalah tari penyambutan dari Kota Palembang. Tari ini melukiskan kegembiraan gadis-gadis Palembang saat menerima kunjungan tamu yang diagungkan. “Tepak” yang berisi, kapur, sirih, pinang, dan ramuan lainnya dipersembahkan sebagai ungkapan rasa bahagia.

2. Tari Genta Siwa

Tari Geta Siwa merupakan tarian persembahan atau pemujaan yang menggambarkan keagungan Dewa Siwa. Tarian ini juga melukiskan keagungan Kerajaan Sriwijaya, gerakan-gerakan dalam tarian ini merupakan kolaborasi dari tari Gending Sriwijaya, tari Tanggai dan tari Lilin.

2. Tari Tampak Rebana

Tari Rampak Rebana adalah sebuah tari garapan baru yang bersumber dari musik sarafol anam dan tari Rodat. Akan tetapi penata tari hanya mengambil sebagian kecil dari bunyi pukulan terbangan dan gerakan yang terdapat pada musik sarofal anam dan tari Rodat, sehingga pada tari Tampak Rebana ini musik tidak hanya dimainkan oleh pemain musik tetapi juga dapat dimainkan oleh penari.

3. Tari Dana

Rasa gembira bagi kalangan remaja ketika mereka bertemu dengan teman-temannya, saling bercengkrama dan saling bercanda ria. Perasaan tersebut diwujudkan melalui ayunan langkah dan lenggak-lenggok tangan yang dibawakan oleh remaja-remaja dalam tari Dana ini. Biasanya tarian ini dibawakan secara berpasangan tetapi perkembangan sekarang tarian ini umumnya dibawakan oleh laki-laki saja.

4. Tari Melati Karangan

Tari ini menggambarkan tentang keagungan para gadis dan ibu daerah Palembang dengan ciri khasnya masing-masing. Lenggak dan subangnya itulah ciri khas gadis Palembang, sedangkan baju kurung dan selendang merupakan ciri khas ibu-ibu dari Palembang.

5. Tari Lenggok Musi

Tarian ini diilhami oleh alunan dan sentakan riak gelombang Sungai Musi. Kipas adalah lambang kesejukan. Setiap orang yang kepanasan pasti berkipas-kipas agar tubuhnya merasa sejuk. Sebagai lambang kedamaian-kesejukan, kipas dipakai sebagai properti

Iklan
Terkait

silabusdalam "Tak Berkategori"

Zaman dan Kamidalam "My poem's collection"

wanita dan senidalam "Tak Berkategori"
Tinggalkan Balasan
Laman

    Ayu poem’s
        #84 (tanpa judul)
    Guess Book
    Lirik Lagu
    My life Stories
    My photos
    RESEP MASAKAN
    SURAT

calenders ayu cantik
Maret 2009 S     S     R     K     J     S     M
« Feb           Apr »
     1
2    3    4    5    6    7    8
9    10    11    12    13    14    15
16    17    18    19    20    21    22
23    24    25    26    27    28    29
30    31    
Arsip ayu

    November 2009 (5)
    Agustus 2009 (4)
    Mei 2009 (5)
    April 2009 (5)
    Maret 2009 (18)
    Februari 2009 (4)
    Desember 2008 (3)
    November 2008 (1)
    Juli 2008 (4)
    Juni 2008 (21)
    Mei 2008 (3)
    April 2008 (1)

Blogroll

    enengnurul
    gurupkn
    salendra
    Support
    WordPress.org

Tulisan Terakhir

    Ya Allah, Ampunin aku
    BERSAING SECARA SEHAT
    Perempuan – Perempuan Berkebaya
    Hati Yang Tersakiti
    Beautiful Girl….

Kategori

    artikel
    Bahasa Inggris
    belajar buat cerpen
    Cakrawala Sains IPA
    love
    muslim
    My poem's collection
    PPKN
    Rasaku
    RESEP MASAKAN
    SENI
    story
    Tak Berkategori
    wanita

my friends comment
    ayu pada article
    ayoellg pada article
    ayu pada article
    ayoellg pada article
    ayoellg pada article
Blog Stats

    55.501 hits

Klik tertinggi

    Tidak ada

Tulisan Teratas

    Sejarah Tarian Gending Sriwijaya
    Gangguan Pada Alat Pernapasan Pada Manusia.
    Drills in Teaching
    SURAT
    sikap hidup seorang muslim
    Alat Pernapasan pada Hewan.
    PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Iklan

Blog di WordPress.com.
Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie
:)
Read more ...

Jumat, 08 Februari 2019

pengertian tari Tradisional



SENI TARI DEFINISI TARI
TARI
A.     Pengertian Tari
Tari adalah ungkapan perasaan jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dan diiringi musik.
Menurut manfaatnya tari dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai hiburan dan komunikasi:
Sebagai Hiburan
Sifatnya penikmat saja/menghibur saja dan tidak perlu ada persiapan. Hiburan dapat berupa: tarian, music, lawakan.
Sebagai Komunikasi
Yaitu melalui gerak-ruang-waktu yang ada padanya yang membawa misi/pesan-pesan sebuah tarian tertentu untuk bisa dipahami oleh penimatnya. Yang dimaksut ruang dan waktu adalah ruang gerak.
Tari merupakan alat ekspresi ataupun sarana komunikasi seseorang seniman kepada orang lain (pennton/penikmat). Sebagai alat ekspresi tari mampu menciptakan untaian gerak yang dapat membuat penikmatmya peka terhadap sesuatu yang ada dan terjadi di sekitarnya. Sebab, tari adalah sebuah ucapan, pernyataan dan ekspresi daam gerak yang memuat komentar-komentar mengenai realitas kehidupan yang bias merasuk di benak penikmatnya setelah pertunjukan selesai.
Tari merupakan alat komunikasi Adalah tari melalui ruang gerak dan waktumembawa misi misi untuk disampaikan kepada penontonnya.
Menari merupkan keterampilan kusus, bahkan bakat itu menentukan kualitas tarinya. Namun, demikian bukan berarti bahwa seseorang yang kurang berbakat tida mempunyai peluang untuk menjadi penari yang berkulitas. Karena semua ketrampilan bias dipelajari, dilatih, dan dibiasakan.
B.     Definisi tari
a.        menurut curt sachs
adalah gerak yang ritmis dalam buku World History of the dance
b.      Menurut Corrie Hartong
dalam buku Danskunst tari adalah gerak ryang diberi bentuk dari badan didalam ruang
c.       Menurut La meri
tari adalah subyektif yang diberi bentuk objektifMenurut soedarsono tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak gerak ritmis yang indah
d.      Menurut B .P .A. Soerjodiningrat
Tari adalah gerak-gerak ari seluruh anggota tubuh/badan yang selaras dengan bunyi music (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari. Dalam Babad Lan mekaring Djoget Djawi.
e.       menurut soedarsono
Tari adalah bentuk subyektif yang diberi bentuk objektif
Dari definsi tari yang diupayaan oleh para ahli dapat menarik kesimpuan yaitu:
Bahan baku tari adalah gerak yang ritmis. Namun, gerak yang ritmis itu harus lahir dari jiwa manusia karena tari sebagai ekspresi yang diungkapkan manusia untuk dinikmati dengan rasa. Rumusan dar beberaa definsi para ahli, yaitu: tari adalah bentu gerak yang indah dan lahir dari tubuh yang bergerak, berirama dean berjiwa sesuai dengan masud dan tujuan tari. Dari rumusan tersebut, ditemukan beberapa aspek pengertian tari yaitu: bentuk gerak tubuh, irama, jiwa, maksut dan tujuan tari.
Aspek Aspek Tari
1.      Bentuk
Sebuah tari akan menemuan bentuk seninya bila penggalaman batin pencipa (penata tari) maupun penarinya dapat menyatu dengan penggalaman lahrnya (ungkapannya), yaitu tari yang disajikan bias menggetarkan perasaan atau emosi penontonnya. Dengan kata lain, penonton merasa terkesan setelah menikmati pertunjukn tari.
2.      Gerak
Adalah tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu
Gerak dibedakan menjadi 2 yaitu gerak murni dan maknawi
a.       Gerak murni (pure movement) atau disebut gerak wantch adalah gerak yang disusun dengan tujuan mendapatkan bentuk artistic (keindahan) dan tidak mempunyai maksut-maksut tertentu.
b.      Gerak maknawi (gesture) atau gerak tidak wantah adalah gerak yang mengandung arti atau maksut tertentu dan telah distilasi (dari wantah menjadi wantah), misalnya gerak ulap-ulap dari tari jawa merupakan stilasi dari orang yang sedang marah dan sebagainya.
Berdasarkan bentuknya tari dibedakan menjadi dua, yaitu representasional dan non representasional:
a.       Tari representasional adalah tari yang menggambarkan seorang petani, tari nelayan melukiskan seorang nelayan.
b.      Ari non reprentasional, yaitu tari yag melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya melalui gerak-gerak maknawi. Contohnya adalah tari golek, tari klana topeng, tari bedaya, tari serimpi, tari monggawa, dan sebagainya.
3.      Tubuh
Adalah alat wahana instrumen dalam tari.
keadaan tubuh sangat penting bagi seorang penari. Sebab, bagi seorang penari tubuh merupakan sarana komunikasi kepada para penontonnya ketika sedang membawakan perannya. Oleh karena itu bagi seorang penari bentuk tubuh yang khas sering menghadirkan teknik-teknik gerak yang khas pula. Postur tubuh yang tinggi-besar akan mempunyai tenik gerak yang berbeda dengan postur tubuh yang kecil ketika melakukan sebuah tarian yang sama.
4.      Irama
Adalah Iringan dalam tarian yang bisa membuat tampilan penari tersebut menjadi lebih bagus.
 tiga kepekaan irama yang harus dikuasai oleh seorang penari.
a.        Kepekaan terhadap irama iringan (lagu atau gending), dalam hal ini seorang penari harus peka terhadap irama yang ditarikan.
b.      Kepekaan terhadap irama gerak yaitu menggerakan anggota tubu dengan tempo yang telah ditentukan. Jadi, dalam hal ini seorang penari arus peka terhadap gerakan anggota tubuh (menari) kepada tempo irama yang sedang berbunyi.
c.       Kepekaan terhadap irama jarak, maksutnya adalah penggambilan jarak antar anggota tubuh yang digerakan sesuai dengan tata atuaran yang ditetapkan pada suatu tarian tertentu. Dan ditentukan oleh irama atau tempo dalam tarian.
5.      Jiwa
Jiwa adalah istilah abstrak. Sedangkan tubuh dalam arti pisik adalah kongkret. Jiwamerupakan satu kesatuan yang unik dari kesan-kesan, intuinsi-intuinsi dan keyakinan yang menafsir seluruh penggalaman. Kekuatan jiwa bias dikatakan sebagai tingkat kekuatan proses-proses stimulatif yang mengikuti persepsi (tanggapan) maupum motivasi (pendorongnya), karena penggalaman-penggalaman yang belum dipahami secara baik tidak akan membantu untuik memunculkan ebuah ungkapan. Dengan kata lain adalah apa yang belum terkesan tidak dapat terungkapkan.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com